Regita Cahyani Putri Y - Gultik Blok M, Kuliner Murah Meriah yang Kembali Melejit di Jakarta - 1BA06 (BERITA KULINER)
Gultik
Blok M, Kuliner Murah Meriah yang Kembali Melejit di Jakarta
Jakarta - Tikungan kecil di kawasan Blok M, Jakarta Selatan,
kembali ramai dipadati para pemburu kuliner malam. Gultik atau Gulai Tikungan,
kuliner kaki lima yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, kini kembali viral
dan menjadi favorit anak muda.
Gultik adalah hidangan gulai sapi yang disajikan bersama nasi dalam porsi kecil, lengkap dengan sambal dan kerupuk. Makanan ini menjadi favorit karena porsinya yang ringan, rasanya yang gurih, dan harganya yang sangat terjangkau.
Kuliner ini digemari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan domestik. Salah satunya adalah Arief Santoso (29), pegawai swasta yang kerap mampir seusai kerja.
“Dulu saya sering makan di sini waktu kuliah.
Sekarang Gultik viral lagi, jadi nostalgia. Rasanya masih sama, dan harganya
tetap ramah kantong,” kata Arief saat ditemui pada malam minggu.
Gultik berlokasi di tikungan Jalan Mahakam, Blok M, tepat di seberang pusat perbelanjaan Blok M Plaza. Para pedagang mulai membuka lapak mereka setiap sore hari dan berjualan hingga lewat tengah malam.
Tren Gultik kembali naik sejak awal 2024, dipicu
oleh banyaknya konten di TikTok dan Instagram yang menampilkan pengalaman makan
Gultik sebagai “kuliner legendaris Jakarta”. Antrean mulai padat terutama sejak
pukul 19.00.
Keunikan suasana makan di pinggir jalan, harga
ekonomis (mulai dari Rp 10.000), dan rasa gulai yang khas membuat Gultik
kembali digemari. Hal ini juga diakui oleh Diana Sari (28), pembeli asal
Tanggerang yang rela datang dan mengantri Gultik tersebut.
“Ini salah satu hidden gem Jakarta yang akhirnya
terekspos lagi. Banyak orang yang tidak tahu Gultik, tapi sekarang semua
generasi mulai sadar betapa enaknya makanan kaki lima ini,” jelas Diana.
Para pedagang merasa bersyukur dengan meningkatnya
jumlah pengunjung. Menurut Pak Agus (42), salah satu pedagang senior, omzet
dagangannya naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
“Alhamdulillah sekarang rame terus. Kadang sampai jam
2 pagi masih ada yang datang. Yang penting kami jaga rasa dan pelayanan,” ujarnya.
Kehadiran Gultik Blok M bukan hanya soal makanan,
tapi juga pengalaman kuliner malam yang sangat nostalgia. Di tengah modernisasi
Jakarta, Gultik membuktikan bahwa cita rasa tradisional tetap punya tempat di
hati masyarakat.


Komentar
Posting Komentar