Nico Gema Kumara
Pasar Kripto Menguat: Bitcoin Tembus US$ 103 Ribu, Altcoin Ikut Melonjak
Pasar kripto mengalami lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir, dengan Bitcoin (BTC) menembus angka US$ 103 ribu, sebuah pencapaian yang didorong oleh sentimen positif yang melanda pasar. Kenaikan harga Bitcoin ini seiring dengan akumulasi oleh investor besar (whale), pergeseran aliran dana, serta sentimen positif yang datang dari sektor ekonomi global, termasuk kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Berdasarkan data terbaru dari Coinmarketcap, kapitalisasi pasar kripto global mengalami kenaikan 1,54%, mencapai US$ 3,27 triliun pada Sabtu (10/5/2025). Bitcoin, sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, tercatat naik 0,33% dalam 24 jam terakhir, berada di angka US$ 103.017 per koin, setara dengan Rp 1,7 miliar berdasarkan kurs saat ini. Ethereum (ETH) juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,21% ke harga US$ 2.337, sementara Binance Coin (BNB) meningkat 7,65%, mencapai US$ 671 per koin.
Kenaikan ini bukan hanya terjadi pada Bitcoin, melainkan juga altcoin lainnya, seperti Ethereum dan Solana. Ethereum, yang sempat tertinggal dalam beberapa bulan terakhir, melonjak 11% dalam satu hari dan mencatatkan kenaikan 29% dalam dua hari terakhir. Sementara itu, Solana (SOL) naik 7% pada hari yang sama, dengan kenaikan total dua hari mencapai 17%. Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh pengumuman upgrade jaringan Ethereum, yaitu Pectra, yang membuat biaya transaksi lebih murah dan memungkinkan staking ether menjadi lebih efisien.
Menurut Kepala Investasi Xapo Bank, Gadi Chait, lonjakan harga Bitcoin bukan sekadar euforia, tetapi mencerminkan pergeseran aliran dana. Investor besar (whale) terus mengakumulasi Bitcoin secara on-chain, sementara permintaan untuk ETF Bitcoin juga memecahkan rekor. Dengan ketidakpastian ekonomi global yang meningkat akibat tarif perdagangan dan ketegangan antara AS dan China, investor mulai mencari aset yang lebih aman, termasuk Bitcoin.
Salah satu faktor yang mendorong optimisme pasar kripto adalah kesepakatan dagang antara AS dan Inggris yang mengurangi ketidakpastian di pasar. Hal ini turut berdampak positif pada pasar saham dan harga minyak, yang juga mengalami kenaikan.
Meski demikian, meskipun Bitcoin mendominasi pasar kripto, altcoin utama seperti Ethereum dan Solana masih tertinggal jika dibandingkan dengan Bitcoin dalam hal kenaikan tahunan. Bitcoin sendiri telah mengalami kenaikan 11% sepanjang tahun ini, sementara Ethereum turun 30% dan Solana melemah 11%. Analis di Co-Founder Injective, Eric Chen, mengungkapkan bahwa struktur pasar Bitcoin telah berubah sejak peluncuran ETF Bitcoin spot pada 2024. Permintaan kini datang dari berbagai institusi besar, seperti dana pensiun dan obligasi korporasi, sedangkan altcoin masih mengandalkan investor spekulatif.
Di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian ini, sejumlah analis, seperti Read Harvey dari Wolfe Research, menyarankan agar investor kripto tetap fokus pada Bitcoin. Menurut Harvey, strategi terbaik adalah mempertahankan kepemilikan Bitcoin (BTC) hingga tekanan risiko di pasar mereda.
Dengan lonjakan harga ini, kini muncul pertanyaan besar: apakah Bitcoin dapat mempertahankan posisinya sebagai aset dominan dalam pasar kripto, ataukah akan ada tantangan lebih besar yang muncul dari sektor saham atau emas? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Komentar
Posting Komentar