Nabilah Fadyatunnisa - Pertemanan Antar Jurusan : Menyatukan Perbedaan, Membangun Kolaborasi di Kampus
Pertemanan Antar Jurusan : Menyatukan Perbedaan, Membangun Kolaborasi di Kampus
Bekasi, 14 mei 2025 — Di balik kesibukan perkuliahan serta rutinitas organisasi, terselip suatu dinamika sosial yang dapat memperluas kehidupan kampus : Pertemanan Antar Jurusan. Tak hanya sekedar menjadi suatu tempat berkeluh kesah atau hanya bersenda gurau, relasi antar jurusan ini dapat memberikan potensi yang besar dalam membentuk mahasiswa yang lebih terbuka, kolaboratif, dan siap menghadapi dunia nyata.
“Saya merasa lebih banyak belajar tentang pembelajaran di luar jurusan saya setelah saya berteman dengan jurusan yang lain. Misalnya, teman – teman dari manajemen yang memberikan perspektif baru ke saya dan sangat berguna dalam cara berfikir saya “ ujar Fadya (19), Mahasiswa Universitas Gunadarma
Di sisi lain. perasaan serupa juga dirasakan oleh Muhammad Farhan (19), seorang mahasiswa Manajemen, yang justru menemukan banyak inspirasi dari pertemanan antar lintas jurusan.
“Kami sering berdiskusi serta menggabungkan ilmu manajemen dengan ilmu sosial. Dari sana saya dapat belajar bahwa, manajemen pun perlu konteks sosial agar dapat bisa bermanfaat lebih luas”
Pertemuan antar jurusan ini kerap bermula dari suatu kegiatan lintas fakultas, seperti organisasi mahasiswa, acara budaya, seminar nasional, ataupun kompetisi antar jurusan, Ruang – ruang inilah yang dapat menjadi tempat pertemuan serta memperluas relasi, yang menciptakan interaksi yang dinamis dan kaya makna.
Tak hanya dalam acar formal, pertemanan antar jurusan ini juga tumbuh lewat kegiatan informal seperti, olahraga, komunitas seni, hingga kelompok diskusi yang menghimpun mahasiswa dari berbagai jurusan.
“Saya ikut komunitas tari yang anggota nya dari lintas jurusan. Dari situ kami sering bertukar fikiran soal isu sosial dan sudut pandang hukum, serta komunikasi. Hal itu, memperluas banget unutuk saya memahami suatu isu”
Meskipun penuh dengan manfaat, menjaga pertemanan antar jurusan ini bukan lah hal yang gampang dan tanpa kendala. Jadwal kuliah yang berbeda, waktu tugas yang tidak sinkron, hingga perbedaan belajar mahasiswa untuk menghargai satu sama lain dan mencari titik temu dalam kerja sama.
“Awalnya sulit, soalnya saya terbiasa kerja cepat sendiri, sedangkan teman – teman dari jurusan lain punya acara kerja yang berbeda. Tapi dari situ juga saya belajar untuk lebih sabar dan terbuka” ungkap Nabilah (20), mahasiswa Psikolog Universitas Gunadarma
Pertemanan antar jurusan juga tidak hanya memperbanyak kehidupan kampus, tetapi juga menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi dunia yang lebih professional yang menuntut untuk berkolaborasi lintas bidang. Selain itu, hubungan ini juga dapat membantu membentuk budaya akademik yang inklusif, dimana setiap disiplin ilmu dihargai dan saling melengkapi.
Agar tetap terjaga, pertemanan antar jurusan ini perlu dirawat dengan komunikasi yang baik dan terbuka, saling mendukung dalam aktivitas, serta menciptakan ruang pertemuan antar jurusan. Kampus pun diharapkan untuk terus menyediakan wadah atau kegiatan yang dapat mendorong mahasiswa berinteraksi dengan antar jurusan
Di era yang semakin kompleks ini pertemanan antar jurusan menjadi suatu modal sosial yang tak ternilai. Dari kampus yang inklusi dan kolaboratif, maka lahirlah generasi yang mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan kerja global.


Komentar
Posting Komentar