Dhanil Anugrah Ramadhan - Gunungan Sampah Di TPST Bantar Gebang Kian Menghawatirkan, Warga Sekitar Keluhkan Bau dan Polusi (Lingkungan Hidup)
Ciketing Udik, Bekasi – Gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang semakin tinggi dan padat, memunculkan kekhawatiran dari warga sekitar. Aktivitas truk sampah yang keluar masuk silih berganti menandakan volume sampah yang terus bertambah setiap harinya.
Menurut pantauan pada hari Rabu (14/5), alat berat tampak bekerja tanpa henti meratakan tumpukan sampah. Bau menyengat dan asap tipis dari pembusukan alami tercium hingga radius ratusan meter, termasuk ke wilayah padat penduduk seperti Ciketing Udik.
“Kalau siang panas, baunya makin nyengat. Kami warga sudah biasa, tapi tetap risih dan khawatir dengan dampaknya ke kesehatan,” ujar Mardi (41), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.
TPST Bantar Gebang menampung sampah dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Setiap hari, ratusan truk pengangkut sampah melintasi jalan-jalan utama menuju TPST, menyebabkan kemacetan dan menurunkan kualitas udara.
“Truk-truk besar lewat terus, debu dan polusinya nambah. Kadang kalau hujan, air lindi (air rembesan sampah) juga keluar ke jalan,” tambah Yanti (38), warga lainnya.
Meski pemerintah telah melakukan beberapa upaya pengelolaan modern, banyak pihak menilai bahwa solusi jangka panjang seperti pengurangan sampah dari sumbernya dan sistem pemilahan yang ketat masih sangat diperlukan.
TPST Bantar Gebang kini tak hanya menjadi simbol pengelolaan sampah ibu kota, tetapi juga menjadi sorotan atas dampak lingkungannya terhadap masyarakat sekitar.


Komentar
Posting Komentar